Chief Product Officer Nitro Lonn Lorenz sesumbar menyebut produk
Adobe Reader tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. "Adobe tidak memahami perubahan orang-orang yang bekerja menggunakan file PDF," kata Lorenz seperti dikutip
The Age, Kamis (27/5). Mantan pegawai
Adobe tersebut menambahkan banyak para pengguna Adobe yang kecewa.
Lorenz pun kembali sesumbar dengan mengklaim aplikasi pembaca PDF Nitro lebih aman ketimbang Adobe Reader. Ia menyebut berdasarkan laporan dari firma keamanan komputer dan internet Symantec, sejumlah dokumen PDF rentan terserang virus dan sebanyak 49 persen di antaranya merupakan serangan berbasis web. "Perlu diketahui, Adobe sangat rentan diserang," cetusnya.
Karena itu, kata dia, keamanan yang dibangun Nitro telah mencakup fitur kemampuan memblokir akses ke website tertentu, mengunci file dengan password, sekaligus mematikan teknologi JavaScript yang kerap dimanfaatkan hacker untuk melakukan serangan. "Nitro Reader juga memungkinkan pengguna memindai tandatangan ke dalam komputer dan menyertakannya ke dokumen PDF pengguna," tandasnya.
Download Disini