Selamat Hari Guru

Posted by: Administrator | 25/11/2022 | Kategori: Pendidikan | 97 kali dibaca | Rating: 109

Setiap peringatan hari guru, saya selalu teringat kisah heroik KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah pernah kehabisan dana untuk menggaji para guru.

Di suatu siang, KH Ahmad Dahlan memukul kentongan. Sangat keras dan nyaring hingga semua tetangga mendengar. Kemudian mereka berduyun-duyun datang ke rumah KH Ahmad Dahlan.

Dengan penuh rasa penasaran, mereka keluar rumah, saling memandang dan bertanya-tanya. Semua berlari menuju satu titik: rumah KH Ahmad Dahlan.

 Setiba disana, mereka terbengong karena hampir semua perabot rumah KH Ahmad Dahlan ada di halaman.

Setelah ramai orang berkumpul. KH Ahmad Dahlan memulai pembicaraan.

"Saudaraku sekalian, sudah berbilang bulan gaji guru belum dibayar. Kas Muhammadiyah kosong. Maka dari itu saya lelang perabotan saya untuk menggaji guru Muhammadiyah."

"Silakan pilih mana yang anda suka. Bayarlah seikhlasnya. Nanti murid saya akan mencatat dan mengantarkannya ke rumah saudara sekalian."

Satu persatu hadirin memilih barang yang disukainya. Lemari, kasur, meja kursi hingga hiasan rumah habis terjual. Lelang selesai. Ribuan gulden berhasil dikumpulkan.

Tapi anehnya, hadirin langsung pulang dan semua perabotan ditinggalkan.

"Saudaraku semua, sebentar, jangan pulang dulu." Cegah KH Ahmad Dahlan.

"Terimakasih sudah membeli perabotan saya. Insya Allah kas Muhammadiyah sudah terisi. Silakan barangnya dibawa pulang, atau nanti biar diantarkan."

"Tidak usah kyai. Barangnya untuk kyai saja. Kami ikhlas."

Jawab hadirin.

"Tapi yang dibutuhkan hanya 500 gulden. Sementara ini ada 4000 gulden. Sisanya bagaimana?" Tanya Kyai.

"Ya untuk Muhammadiyah!" jawab hadirin serempak.

Kisah heroik itu menjadi awal filantropi Muhammadiyah. Namun ironisnya, sudah seabad berlalu, gaji sebagian guru Muhammadiyah masih saja dibawah standar.

Muhammadiyah tidak boleh hanya berbangga dengan amal usaha yang jumlahnya puluhan ribu. Tapi mirisnya masih ada gurunya yang bergaji tiga ratus ribu.

Slogan Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah bukan alibi untuk melanggengkan praktek ini.

Slogan ini lebih tepat bagi para pimpinan, kader dan aghniya untuk menggerakkan dakwah persyarikatan. Semoga utas singkat ini menjadi pemacu kita semua untuk lebih bersemangat menggerakkan persyarikatan. 

"Jadilah dokter, insinyur, meester, menjadi apapun lalu kembali (berinfaq dan menghidupi gerakan) Muhammadiyah."

Kalau Muhammadiyah dipandang kurang baik, janganlah hanya dicela. Dan kalau dipandang baik janganlah hanya dipuji. Tetapi bantulah dan suburkanlah Muhammadiyah - Aisyiyah.

#HariGuru

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Pantarlih

by: Administrator | 27 February 2023

Data SISWA SMK N 1 SITIUNG

by: Administrator | 04 September 2021

Cara Mebuat Jam Analog di macromedia flash 8

by: Administrator | 06 October 2021

BELAJAR PEMROGRAMAN PHP DENGAN MUDAH

by: Administrator | 30 April 2021

Macromedia Flash 8

by: Administrator | 06 October 2021

membuat jam digital

by: Administrator | 07 October 2021

Nilai UAS Design Media Interaktif

by: Administrator | 15 December 2021

Web personal untuk berkarya

by: Administrator | 31 August 2022

POST TERBARU

sering dengar ontologi gak sih

by: Ruzi Rinaldi | 16 August 2026

Uji Organoleptik

by: Ruzi Rinaldi | 16 August 2026

Regulasi & Juknis/Pedoman BGN Sebelum SK 401.1

by: Ruzi Rinaldi | 14 August 2026

Ibnu Rusyd Tahafut at Tahafut

by: Ruzi Rinaldi | 19 July 2026

gudang baca

by: Ruzi Rinaldi | 19 July 2026

Pes 2017

by: Ruzi Rinaldi | 15 July 2026

Harapan

by: Ruzi Rinaldi | 04 June 2026