Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah mengatakan, “Allah berfirman: Semua amal anak turun Adam (manusia) adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa, karena puasa adalah milik-Ku dan Aku akan membalasnya.
Menurut Jalaluddin Rumi, bahwa puasa adalah imsak dari makan dan minum namun ia memaknai puasa secara khusus, yakni puasa menurut tasawuf adalah seseorang yang melakukan imsak (menahan diri) dari selain Allah. Dan zahir imsak ini adalah tidak makan dan tidak minum, sedangkan batinnya adalah imsak dari selain Allah Swt. Hasil dan manfaat puasa adalah berlepas dari tirai kelalaian dan kelupaan serta menuju derajat taqwa.